Tradisi Unik Suku Laut Belitung

Befo, BELITUNG - Tiap bulan Oktober warga Dusun Tanjung Kelayang, Desa Keciput, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung, melaksanakan tradisi ritual unik. yakni berupa melepaskan perahu kecil berisi sesajian ke tengah laut, atau yang disebut dengan nama Muang Jong. Untuk mengantar perahu kecil tersebut ratusan warga dan tamu dari berbagai daerah ikut serta mengiringinya menggunakan puluhan kapal nelayan. Hal tersebut merupakan tradisi orang laut Belitung, yang dikenal dengan nama suku sawang, atau suku laut. Tradisi ini merupakan bentuk syukur dan harapan para nelayan akan keselamatan dalam mengais rezeki dilautan.

Dipimpin oleh kepala suku laut, serangkaian yang dilaksanakan selama beberapa hari oleh seluruh masyarakat suku sawang. Sebagaimana yang diriwayatkan dalam cerita tutur setempat. Menurut kepala Suku Laut, Selamat, muang jong di Desa Keciput pertama kali digelar pada tahun 1941 yang dilaksanakan setip bulan Oktober menjelang musim angin barat datang. Menurut ceritanya ketika itu roh-roh jahat penghuni pantai Telok Limau murka dan merusak keperkampungan. karena peristiwa itu, warga akhirnya menggelar ritual Muang Jong.

Sebelum muang jong digelar bagi kaum wanita bertugas membuat makanan khas Belitung, yakni sayur umbut kelapa, pais ikan, tumis kerang pucai, sambal serai dan lain-lain, untuk disantap bersama. Orang Belitung menyebutnya dengan nama makan bedulang di akhir acara. Sedangkan untuk kaum laki-laki bertugas membuat perahu kecil serta menghias dan mengisi sesajian kedalamnya. setelah semuanya selesai, Kepala suku sawang terlebih dahulu melakukan doa, setelah serangkaian doa ritual selesai, puluhan kapal nelayan yang membawa warga dan tamu wisatawan dari berbagai daerah ikut serta mengiringinya untuk mengabadikan momen tahunan ini.

Sesudah perahu kecil yang berisi sejian dilepaskan ke tengah laut, barulah kepala suku dan para warga lainya kembali ke tepi pantai Tanjung Kelayang dan menuju Pendopo. Untuk menutup acara tersebut, ratusan warga bersama-sama makan bedulang sebanyak seratus dulang yang per dulang bisa disantap untuk empat orang. (sangga setiawan)

Para lelaki mempersiapkan perahu kecil yang akan diisi sesaji. (sangga setiawan)

Para ketua suku merapalkan doa sebelum melepas sesaji. (sangga setiawan)

Para seniman menabuh gendang mengiringi persiapan pelepasan sesaji. (sangga setiawan)

Wisatawan menyaksikan persiapan pelepasan sesaji di pinggir pantai. (sangga setiawan)

Para lelaki nengangkat perahu sesaji untuk dilarung ke laut. (sangga setiawan) 

Perahu nelayan mengiringi perahu sesaji yang dibawa ke tengah laut. (sangga setiawan)

Perahu nelayan mengiringi perahu berisi sesaji yang akan dilepas ditengah laut. (sangga setiawan)

Para lelaki memegang perahu berisi sesaji yang siap untuk dilarung ke laut. (sangga setiawan)


Perahu sesaji dilarung ke laut oleh para lelaki. (sangga setiawan)

Perahu berisi sesaji dilepas di laut. (sangga setiawan)

Pimpinan suku dan para lelaki berdoa usai melepas perahu berisi sesaji. (sangga setiawan)

Wisatawan dan warga desa makan bersama usai melepas perahu sesaji. (sangga setiawan)

0 komentar:

Post a Comment