Befo, Katibung - Bupati Lampung Selatan H. Rycko Menoza, SZP, MBA memberikan Tali Alih pada Musyawarah Rencana Pembangunan Kecamatan Katibung yang dilaksanakan di GSG Bakhong Gawi Desa Tanjung Ratu, Jum’at (27/2/2015). (man/kom)
 
Befo, Katibung - Bupati Lampung Selatan H. Rycko Menoza, SZP, MBA menyapa para Lansia pada Silaturahmi dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis yang digelar dihalaman Kantor Camat Katibung, Jum’at (27/2/2015). (man/kom)
Beo, Kalianda - Nasib naas menimpa Kopda Anhar Anggota TNI AD yang  bertugas di Korem 043 Garuda Hitam, ia tertembak di bagian bahu oleh kawanan penjahat yang hendak menyatroni warung milik warga di kelurahan canggu, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan. Kamis (26/02/15)

Dua dari tiga tersangka yang kini menjadi DPO petugas Kepolisian Resort Lampung Selatan, sudah berhasil masuk kedalam warung tersebut, sedangkan satu orang lainnya berjaga memantau keadaan sekitar. Karena takut ditangkap, ketiganya sontak kabur sambil menembak petugas berseragam loreng tersebut dengan timah panas, dan mengenai bahu kiri hingga tembus.

Beruntung warga cepat memberikan pertolongan dan melarikan korban kerumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit BOB BAZZAR. (her/sangga)

Befo, Kalianda - Dandim 0421 I Letkol Inf. Ketut Gunarda (kiri) didampingi Kapolres Lampung Selatan AKBP Hengki (kanan) membesuk Kopda Anhar Anggota TNI AD yang tertembak oleh komlpotan pencuri. (her/sangga)

Befo, Kalianda - Dandim 0421 I Letkol Inf. Ketut Gunarda (kiri) berbincang-bincang dengan Kapolres Lampung Selatan AKBP Hengki (kanan) usai membesuk Kopda Anhar anggota TNI AD di RS. Bob Bazar yang tertembak oleh komlpotan pencuri. (her/sangga)

Befo, Candipuro - Bupati Lampung Selatan H. Rycko Menoza, SZP, MBA bersama Anggota DPRD Dapil setempat menaiki Mesin Bajak Hias, tampak H. Rycko Menoza, SZP, MBA menyapa masyarakat pada Karnaval Mesin Bajak Hias & Karnaval PAUD, Lomba Jamu Tradisional dalam rangka HUT Kecamatan Candipuro Ke 14 yang digelar di lapangan Kecamatan setempat, Kamis (26/2/2015). (man/kom)

Befo, Candipuro - Bupati Lampung Selatan H. Rycko Menoza, SZP, MBA bersama tokoh masyarakat Kecamatan Candipuro meresmikan PAMSIMAS II di Desa Banyumas usai Musyawarah Rencana Pembangunan Kecamatan setempat, Kamis (26/2/2015). (man/kom)
Befo, Kalianda - Kepolisian Resort Lampung Selatan berhasil menggagalkan penyelundupan 99 paket narkotika golongan 1 jenis ganja seberat 80 Kg, yang hendak disebrangkan ke pulau jawa melalui pelabuhan Bakauheni dengan modus dikirim melalui paket cargo expres. Kamis (26/01/15)
 
Bahkan polisi juga berhasil menangkap tiga tersangka yang menjadi pemilik sekaligus pemesan barang haram tersebut di  rumah kost daerah Ciputat Tangerang Selatan. ketiga tersangka tersebut bernama Muslih Andi (37) warga pondok cabe, yang bekerja sebagai security di rumah kost tersebut, sedangkan Sugianto (23) warga Kota Bekasi dan Fery Annaba (27) warga Cakung Jakarta Utara, adalah pembeli barang haram tersebut.
 
Selain mengamankan 99 paket gana, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti lain dari tangan terangka, yakni tiga unit ponsel, satu lembar resi pengiriman, satu buah buku tabungan, dan dua buah ATM. Kini ketiganya harus mendekam dibalik jeruji besi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. (sangga/aka)
 
Befo, Kalianda - Kapolres Lampung Selatan AKBP Hengky (kiri) didampingi Kasat narkoba AKP Robby Syahferry saat mengelar ekpose di Mapolres Lampung Selatan. (sangga/aka)

Befo, Kalianda - Kapolres Lampung Selatan AKBP Hengky (kiri) didampingi Kasat narkoba AKP Robby Syahferry menunjukan barang bukti narkotika golongan 1jenis ganja. (sanga/aka)

Befo, Kalanda - Barang bukti narkotika golngan 1 jenis ganja di tunjukan oleh Kapolres Lampung Selatan AKBP Hengki. Apabila 99 paket ganja seberat 80 Kg tersebut berhasil lolos, maka 160 ribu manusia menjadi korban narkotika tersebut dengan asumsi untuk dalam 1 gram dipergunakan oleh dua orang. (sanga/aka)

Befo, Kalianda - Ketiga tersangka digiring menuju sel tahanan. Kini ketiganya harus mendekam dibalik jeruji besi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. (sangga/aka)
 




Befo, Way Sulan - Bupati Lampung Selatan H. Rycko Menoza, SZP, MBA memberikan Bantuan untuk Fakir Miskin pada Musyawarah Rencana Pembangunan Kecamatan Way Sulan yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Kec. Way Sulan, Rabu (25/2/2015). (man/kom)

Befo, Way Sulan - Bupati Lampung Selatan H. Rycko Menoza, SZP, MBA menyapa masyarakat pada Peresmian SMP Negeri 1 Kecamatan Way Sulan, Rabu (25/2/2015). (man/kom)

Befo, Way Sulan - Bupati Lampung Selatan H. Rycko Menoza, SZP, MBA memberikan arahan pada Pengajian Akbar di Desa Mekar Sari Kecamatan Way Sulan, Rabu 25/2/2015). (man/kom)
Befo, Kalianda - Usai pulang dari sekolah, seorang pelajar kritis akibat sepeda motor yang dikendarainya bertabrakan dengan kendaraan mini bus dari arah berlawanan. Tabrakan tersebut terjadi pukul 10.00 Wib, di jalan Trans Sumatra, tepat didepan toko Waralaba, Desa Way Lubuk, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan. Rabu (25/02/15)

Pada saat tabrakan terjadi, kondisi jalan sedang ramai, karena bertepatan dengan bubaran jam sekolah yang sedang melaksanakan Mid Semester. Korban yang bernama Robbani, (18) Sekolah MAN Kalianda, warga Desa Gunung Terang, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan mengalami luka serius dibagian kepala. Melihat kondisi terebut Polisi yang dibantu warga langsung membawa korba ke RS. Bob Bazar.

Menurut Sofie (27) seorang saksi mata yang juga merupakan salah satu penumpang kendaraan mini bus bernomor polisi BE 2754 CL, mengatakan peristiwa ini terjadi sangat cepat. Kendaraan yang ditumpanginya bertolak dari Pringsewu menuju pelabuhan Bakauheni, tiba-tiba kendaraan sepeda motor yang melaju dari arah berlawanan hilang keseimbangan saat mendahului kendaraan yang satu arah disampingnya. Sehingga tabrakan tersebut tidak terhindari.

Sedangkan kendaraan sepeda motor milik korban dan kendaraan mini bus yang diketahui sebagai travel ini langsung diamankan ke Mapolres Lampung Selatan guna dilakukan penyidikan lebih lanjut penyebab terjadinya lakalantas yang mengakibatkan seorang pelajaran kritis.(sang/aka)

Befo, Kalianda - Salah satu warga setempat yang membantu petugas polisi sedang mengubungi keluarga korban. (sangga/aka)

Befo, Kalianda - Kendaraan sepeda motor yang dikendarai korban  ringsek dan diamankan oleh pihak kepolisian.

Befo, Kalianda - Para saksi mata kejadian yang juga menumpang kendaraan mini bus menceritakan kejadian lakalantas. (sangga/aka)

Befo, Kalianda - Robbani (18) Pelajar MAN Kalianda sedang mendapat perawatan oleh petugas di RS. Bob Bazar. (sanga/aka)
Befo, Kalianda - Sejumlah Mahasiswa Lampung Selatan melakukan aksi "Coin For Australia". Beberapa mahasiswa yang tergabung dari STIH, GMBI, STIE, serta Viking Kalianda melakukan aksinya di perempatan lampu merah, Jl. Protokol, Desa Way Urang, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan. Rabu (25/02/15).

Menurut Heri (korlap) mengatakan, penggalangan Coin For Australia ini dimaksudkan untuk mengembalikan bantuan yang pernah diberikan oleh Australia kepada korban Tsunami di Aceh. 

"Sikap Australia yang mengungkit-ungkit sumbangan yang diberikan kepada Aceh pada tahun 2014, jelas hal tersebut mengundang reaksi kami sebagai warga negara bangsa indonesia melakukan penggalangan untuk mengembalikan sumbangan yang pernah diberikan Australia."

Aksi tersebut akan berlangsung selama empat hari dan empat titik lokasi yang berbeda, yaitu di perempatan lampu merah hotel Kalianda, perempatan Pos kota Kalianda, pasar Inpres Kalianda, dan pom bensin Jati. (sangga/aka).

Befo, Kalianda - Seorang pengendara mobil yang melntas di jalan protokol Kalianda memberikan uang coin kepada mahasiswa yang melakukan aksi penggalangan dana "Coin For Australia". (sangga/aka)

Befo, Kalianda - Peserta aksi yang berasal dari sejumlah mahasiswa tersebut mengumpulkan koin dari pengguna jalan yang melintas di perempatan lampu merah, Jl. Protokol Kalianda. Mereka sambil membawa poster yang bertuliskan "Penggalangan Coin For Australia". (sangga/aka)

Befo, Kalianda - Hasil uang yang telah berhasil mereka kumpulkan dari pengguna jalan yang melintas. (sangga/aka)
Befo, Kalianda - Sebuah gudang milik perusahaan tambak yang digunakan untuk menyimpan alat-alat di Desa Way Lubuk, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, terbakar. Musibah kebakaran ini terjadi sekitar pukul 10.30 Wib, Petugas pemadam kebakaran berjuang memadamkan api, namun api sudah menjalar dan material isi gudang ludes terbakar. Belum diketahui pasti apa penyebab kebakaran tersebut, diduga akibat hubungan arus pendek. Selasa (24/02/15)

Menurut Adi yang bekerja di tambak tersebut mengatakan bahwa dirinya tidak mengtahui pasti apa penyebab kebakaran tersebut, sebab dirinya sedang beristirahat. Dirinya menduga, terjadinya hubungan arus pendek listrik yang ada di gudang tersebut sehingga menyebabkan kebakaran.

Befo, Kalianda - Salah satu karyawan yang bekerja di tambak tersebut sedang menyiram sisa-sisa api kecil yang membakar gudang. (sangga/aka)

Befo, Kalianda - Gudang milik perusahaan tambak yang digunakan untuk menyimpan alat-alat sudah habis terbakar oleh si jago merah. (sangga/aka)

Befo, Kalianda - Beruntung tidak ada korban jiwa atas kejadian kebakaran tersebut, namun hampir seluruh isi gudang tambak udang yang berisi seterofom, pelampung kincir, paralon dan jaring haibis terbakar. Akibat kebakarn tersebut diperkirakan kerugian mencapai puluhan uta rupiah.  (sanga/aka)


Befo, Kalianda - Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam Eksekutive Kota Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EK-LMND) Lampung Selatan, melakukan aksi unjuk rasa di halaman Pemerintah Daerah, tepatnya di Bundaran tugu Adipura, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan. Senin (23/02/15).

Mereka menuntut 5 (lima) permasalahan yang dianggap kurang diperhatikan oleh pemeritah yaitu, Pendidikan, Kesehatan, Sumberdaya Alam, Subsidi Pupuk, dan Infrastruktur Jalan.

Abdurahman Ketua EK-LMND Lamsel, beranggapan bahwa untuk Pendidikan di Lampung Selatan masih banyak anak-anak yang putus sekola karena kekurangan biaya. Sama halnya dengan kesehatan bahwa pelayanan kesehatan di Lampung Selatan masih sangat buruk. 

Sementara untuk Sumberdaya Alam yang ada di Lampung Selatan, banyaknya perusahaan-perusahaan tambang melakukan Ekploitasi secara berlebihan tanpa menimbang dampak yang akan terjadi terhadap ekosistem disekitar lokasi ekploitasi.

Sedangkan Pupuk yang seharusnya bertujuan untuk mensejahterakan petani, namun subsidi tidak berjalan dengan baik, masih ada penjualan pupuk diluar daerah, serta harga yang tidak sesuai. Dan yang terakhir, Infrastruktur jalan merupakan salah satu penompang pertumbuhan ekonomi suatu daerah, namun infrastrukur jalan masih sangat buruk, sehingga pertumbuhan ekonomi di Lampung Selatan menjadi terhambat. (sangga/aka).









Befo, Kalianda - Harga beras di pasar Inpres kota Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan mengalami kenaikan antara 500 hingga 1.000 rupiah perkilogram. Harga beras dengan kualitas sedang yang biasa dikomsumsi warga naik hingga diatas 9.000 rupiah perkilogram, sedangkan beras berkualita super mencapai 11.000 hingga 11.500 perkilogram. Senin (23/02/15).

Befo, Kalianda - Ibu Kirjo Salah satu pedagang beras di pasar Inpres kota Kalianda sedang menunjukan beras daganganya. (sangga/aka)


Befo, Kalianda  - Harga beras dengan kualitas sedang yang biasa dikomsumsi warga naik hingga diatas 9.000 rupiah perkilogram, sedangkan beras berkualita super mencapai 11.000 hingga 11.500 perkilogram. (sangga/aka)

Befo, Kalianda - Ibu Kirjo menyimpan stok beras miliknya di lumbung. Menurutnya, kenaikan beras dipicu oleh menipisnya stok beras yang masuk dari para petani. Selain itu, saat ini para petani belum juga menanam padi karena laham yang mereka miliki terendam banjir. (sangga/aka).
Befo, Palas - Ratusan hektar sawah di Palas terendam banjir. Areal terendam banjir tersebut berada di Desa Pulau Tengah, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan. Puluhan rumah dan Ratusan hektar sawah terendam banjir akibat meluapnya air sungai dan hujan mengguyur wilayah tersebut. Jumat (20/02/15)

Menurut Suyono, Kepala Desa Pulau tengah, banjir kali ini lebih parah dibanding tahun sebelumnya, sebab banjir kali ini merambat sampai kerumah-rumah warga, kemumgkinan akan meluas dengan jumlah rumah yang terendam jika hujan turun mengguyur wilayah tersebut. Selain itu, meskipun desanya tidak diguyur hujan banjir tetap saja akan datang, karena disebabkan meluapnya sungai Way Sekampung yang melintas wilayah desa tersebut.

Sebelumnya banjir minggu lalu sudah menggenangi areal persawahan milik petani dalam bentuk tanaman berumur 30 hari, hingga luas 150 hektar. Karena air dari sungai Way Sekampung terus meluap, hingga saat ini air sudah menggenangi sawah hingga 200 hektar.

Desa Pulau Tengah sendiri sudah terkenal daerah yang rawan banjir di Kecamatan Palas. Bahkan hampir setiap musim penghujan tiba areal pemukiman penduduk dan areal persawahan desa tersebut terendam banjir. Akibat banjir tersebut, warga Desa Pulau Tengah yang mayoritas petani kini tidak bisa beraktifitas, sementara itu untuk mengisi waktu kosong sebagian petani mencari ikan.(sangga/aka)

Befo, Palas - Sejumlah warga Desa Pulau Tengah, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, yang mayoritas petani hanya bisa menunggu surutnya air yang merendam lahan. (sangga/aka)

Befo, Palas - Tanggul irigasi dan sawah di Desa Pulau Tengah terbenam air akibat meluapnya air sungai Way Sekampug yang melintas wilayah tersebut. (sangga/aka)

Befo, Palas - Gubuk di tengah sawah yang biasanya digunakan petani untuk istirahat mulai terbenam air luapan sungai Way Sekampung. (sangga/aka)

Befo, Palas - Sawah di Desa Pulau Tengah terbenam air akibat meluapnya air sungai Way Sekampug yang melintas wilayah tersebut. Untuk mengisi waktu kosong, banjir tersebut dimanfaatkan oleh warga mencari ikan dengan cara dijala maupun pancing.

Befo, Palas - Tanaman padi milik petani warga Desa Pulau Tengah yang sudah memasuki umur 30 hari lenyap terendam banjir, hanya tersisa beberapa tanaman saja. (sangga/aka)
Befo, Bakauheni - Akibat diguyur hujan sejak sore hingga pagi, Rumah milik Jamaludin (48), warga Umbul Jering, Desa Hata, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan mengalami kerusakan parah karena longsor. Selain rumah yang rusak parah akibat longsor, dua kendaraan miliknya berupa mobil dan sepeda motor ringsek tertimpa puing bangunan. Rabu (18/02/15)

Longor terjadi pukul 03.00 Wib, hujan masih mengguyur Desa Hata, saat itu Jamaludin bersama keluarganya sedang tertidur lelap didalam rumah, hingga akhirnya tersadar bangun dari tidurnya karena mendengar suara keras seperti guntur. Saat memeriksanya korban kaget karena rumahnya longsor, dan kendaraan miliknya yang berada di garasi ringsek tertimbun tanah dan puing bangunan.

Akibat longsor tersebut, korban segera melapor ke Polsek Penengahan dan Kepolisian beserta BPBD dan Camat meninjau lokasi. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka akibat musibah tersebut. (sangga/aka)

Befo, Bakauheni - Jamaludin (48) sedang membersihkan puing-puing bangunan rumahnya yang roboh akibat longsor. (sangga/aka)

Befo, Bakauheni - Jamaludin (48) sedang membersihkan puing-puing bangunan rumahnya yang roboh akibat longsor.
Befo, Bakauheni - Bagian depan rumah milik jamaludin rata tertimbun tanah akibat longsor, dan tersisa puing-puingnya saja. (sangga/aka)

Befo, Bakauheni - Bagian depan rumah milik jamaludin rata tertimbun tanah akibat longsor, dan tersisa puing-puingnya saja. (sangga/aka)


Befo, Bakauheni - Kendaraan mobil milik korban ringsek tertimpa tanah dan puing bangunan rumah akibat longsor. (sangga/aka)
Befo, Bakauheni - Kendaraan mobil milik korban ringsek tertimpa tanah dan puing bangunan rumah akibat longsor. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka akibat musibah tersebut. (sangga/aka) 
Befo, Sidomulyo - Batu cincin bernama Phantom Quart yang familiar dengan nama Kinyang Aquarium asal Tanjung Bintang, Lampung Selatan dijual Rp. 500 Juta pada pameran batu akik di Gedung Serba Guna (GSG) Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan. Selasa (17/02/15)

Menurut pemilik batu ini Ahmad Muslim, Permata Siger, keistimewaan Kinyang Aquarium adalah karna bentuknya yang unik, cantik, dan di dalamnya memiliki motif seperti pemadangan bawah laut serta keberadaanya yang langka. (sangga/aka)

Befo, Sidomulyo - Ahmad Muslim menunjukan batu akik asal Tanjung Bintang, Lampung Selatan Rp. 500 juta yang familiar dengan nama Kinyang Aquarium. (sangga/aka) 

Befo, Sidomulyo - Karena bentuknya yang unik, cantik dan memiliki motif seperti pemandangan bawah laut serta langka, batu ini dijual dengan harga Rp. 500 juta. (sangga/aka)

Befo, Sidomulyo - Batu akik, Kinyang Akuarium pada pameran batu akik di GSG Sidomulyo, Lampung Selatan. (sangga/aka)
Befo, Katibung - Dua orang warga Desa Tarahan Yusuf (48) dan Ipin (50) menemukan bungkus kardus berisi daun ganja kering yang sudah tercecer di bawah jembatan Way Tarahan, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan seberat 20 Kg. Senin (16/02/15)

Keduanya yang hendak berangkat kekebun pukul 09.30 Wib, tak sengaja melihat kardus. Setelah diperiksa ternyata kardus tersebut berisikan ganja yang masih terbungkus lakban dan sebagian tercecer di bawah jembatan karena genangan air. Melihat hal tersebut, Yusuf dan Ipin langsung melaporkan ke Polsek Tanjungan.

Sementara Iptu Robby Syahferry Kasat Narkoba Polres Lampung Selatan mengatakan belum mengetahui siapa pemilik 6 paket ganja seberat 20 Kg yang ditemukan warga tesebut dan masih dalam proses penyelidikan. (cris/sangga)

Befo, Katibung - Iptu Robby Syahferry Kasat Narkoba Polres Lampung Selatan (kiri) dan AKP Aditya Kurniawan Kapolsek Tanjungan (kanan) memegang barang bukti ganja yang ditemukan warga Desa Tarahan di jembatan Way Tarahan, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan. (cris/sangga)
Befo, Kalianda - Sekkab Lampung Selatan, Ir. Sutono., MM. (kanan) membantu salah seorang petani yang sedang memanen melon kuning di dusun Bandar Agung, Kelurahan Lubuk, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan. (10/2). (aka)

Befo, Kalianda - Sekkab Lampung Selatan, Ir. Sutono., MM. memegang dua buah melon kuning dengan rasa berbeda, di dusun Bandar Agung, Kelurahan Lubuk, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan. (10/2). (aka)
 
Befo, Kalianda - Salah seorang petani sedang memanen melon kuning di dusun Bandar Agung, Kelurahan Lubuk, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan. (10/2). (aka)
 
Befo, Kalianda - Sekkab Lampung Selatan, Ir. Sutono., MM. (tengah) melihat salah seorang petani memeriksa kualitas melon kuning di dusun Bandar Agung, Kelurahan Lubuk, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan. (10/2). (aka)
 
Befo, Kalianda - Sekkab Lampung Selatan, Ir. Sutono., MM. (kiri) memegang melon kuning yang sudah dibelah. Sementara salah seorang petani sedang memeriksa kemanisan melon melon kuning menggunakan alat khusus pendeksi kandungan gula buah, di dusun Bandar Agung, Kelurahan Lubuk, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan. (10/2). (aka)
Befo, Kalianda - Kepolisian Resor Lampung Selatan berhasil gagalkan penyelundupan Narkotika golongan 1 jenis sabu-sabu seberat 10.5 Kilogram (Kg) dari para tangan kurir yang hendak menyebrangkan narkotika golongan 1 tersebut ke Pulau Jawa melalui Pelabuhan penyebrangan Bakauheni. Rabu (04/02/15)

Narkotika seberat 10.5 Kg tersebut berhasil diamankan oleh petugas dari tangan kurir bernama Nuraeni (29) Warga Dsn. Kaum Tua, Desa Pamanukan Hilir, Kec. Pamanukan, Kab. Subang, Jawa Barat dan Usman Agus Frianto (31) Warga Desa Curah Tulis, Kec. Tongas, Kab. Probolinggo di area pemeriksaan narkoba Seaport Interdiction pada hari senin 02 Februari 2015, sekira pukul 06.15 Wib.

Keberhasilan petugas dalam menggagalkan upaya penyelundupan sabu seberat 10.5 Kg tersebut dilakukan dua kali pengagalan dalam sehari. Berawal saat petugas Kepolisi Sat Narkoba Polres Lampung Selatan melakukan pemeriksaan pada kendaraan mobil Bus P.O Mandala petugas menemukan 4 paket sabu seberat 3,5 Kg didalam tas yang diletakan di bagasi beserta tersangka  kurir Nuraeni.

Selisih satu jam Kepolisi Sat Narkoba Polres Lampung Selatan kembali menggagalkan upaya penyelundupan sabu-sabu seberat 7 Kg asal Aceh, yang dibawa menggunakan kendaraan mobil pribadi jenis Grand Livina dengan Nopol  N 724 YI yaang dikemudikan oleh tersangka Usman alias Kurir.

Menurut Kapolda Lampung Brigjen Pol Heru Winarko, upaya penyelundupan Narkotika golongan 1 jenis sabu seberat 3,5 Kg dan 7 Kg masih berkaitan dan diduga masih satu pemilik, sebab barang tersebut  sama berasal daru Riau dan kemasanya pun sama menggunakan kemasan plastik produk makanan ringan bermerek TOP MIX dan FUN MIX

Menurut polisi, para tersangka tersebut ini bakal dijerat Undang-undang narkotika No. 35 Tahun 2009 pasal 112, 114, dan 132 dengan ancaman hukuman seumur hidup. (sangga/aka)