Befo, Kalianda - 270 ribu butir telur tanpa dokumen resmi, yang diduga asal Malaysia, diamankan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah kerja Bakauheni pada hari Jum'at dini hari pukul 01:00 WIB, di Pelabuhan Bakauheni. Jum'at (30/01/15)

Ratusan ribu telur tersebut dibawa dari Binjai, Sumatra Utara yang akan dikirim ke Jakarta Barat. Barang ilegal tersebut diamankan oleh BKSDA beserta mobil truk Tronton, dengan Nopol Bl 8541 AC yang dikemudikan oleh Ando Sinaga (24) Warga Medan. Sedangkan sopir mengaku, dirinya lupa untuk membawa persyaratan dokumen-dokumen tersebut.

Saat ditanya nama dan alamat pemilik telor ilegal tersebut, sang supir enggan memberitahu kepada petugas. "Saya tidak tahu namanya, saya hanya panggil bo-bos saja,"

Drh. Azhar selaku Kepala BKSDA Wilker Bakauheni mengatakan bahwa tidak adanya dokumen Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), serta tidak ada surat izin pengeluaran dari dinas peternakan dan kesehatan Provinsi Sumatra Utara, atau keterangan uji Lab, telur-telur ayam tersebut tidak bisa disebrangkan ke Pulau Jawa begitu saja Sebab, ditakutkan telur ayam tersebut kesehatanya belum terjamin atau terjangkit virus Flu Burung. Selain itu, juga merusak pangsa pasar lokal sebab harganya yang jauh lebih murah dibanding telur ayam dalam negri.

Hingga saat ini pihak BKSDA menunggu dokumen resmi pemilik barang tersebut, dan memberi waktu selama 7 hari, apabila selama waktu tersebut belum bisa memberikan bukti dokumen resmi, maka pihak karantina terpaksa akan membongkar mobil bermuatan 270 ribu butir telur dan segera membuat surat izin pemusnahan.(sanga/aka)

Befo, Kalianda - Kepala BKSDA Wilker Bakauheni, Drh. Azhar sedang menunjukan telur-telur ayam tanpa dilengkapi dokumen resmi, dan diduga berasal dari Malaysia. (sangga/aka)

Befo, Kalianda - Kepala BKSDA Wilker Bakauheni, Drh. Azhar sedang memeriksa salah satu telur ayam yang diduga berasal dari Malaysia (sangga/aka)

Befo, Kalianda -  Kepala BKSDA Wilker Bakauheni, Drh. Azhar (kanan) didampingi staf sedang memeriksa salah satu telur ayam yang diduga asal Malaysia. (sangga/aka)

Befo, Kalianda -  Telur-telur ayam yang diduga asal Malaysia. Pihak BKSDA mengatakan telur ayam tersebut kesehatanya belum terjamin atau terjangkit virus rabies. Selain itu, juga merusak pangsa pasar lokal sebab harganya yang jauh lebih murah dibanding telur ayam dalam negri. (sangga/aka)

Befo, Kalianda - 270 ribu butir telur diamankan oleh BKSDA beserta mobil truk Tronton, dengan Nopol Bl 8541 AC yang dikemudikan oleh Ando Sinaga (24) Warga Medan dibawa dari Binjai, Sumatra Utara yang akan dikirim ke Jakarta Barat. (sangga/aka)


Befo, Kalianda - Sekertaris Kabupaten (Sekkab) Ir. Sutono, MM., hadiri rapat Paripurna DPRD dalam rangka Pengesahan  Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) menjadi Peraturan Daerah (Perda) yang sebelumnya diusulkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Selatan. Dalam rapat paripurna tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua II Fahrurrozi, dan didampingi Wakil Ketua I Supriyanto Hutagalung serta Wakil Ketua III Roselina. Kamis (29/01/15)

Ranperda yang disahkan menjadi Perda tersebut adalah, Pengolahan Sampah, Pengurus Keutamaan Gender, Pengawasan dan Penataan Warung Internet (Warnet), UU Pemerintah Dasar, Perlindungan Anak, Organisasi Perangkat Kerja Daerah

Befo, Kalianda - Sekertaris Kabupaten (Sekkab) Ir. Sutono, MM (tengah) hadiri rapat Paripurna DPRD Lampung Selatan, dalam rangka Pengesahan Ranperda menjadi Perda. (sangga/aka)

Befo, Kalianda - Sekertaris Kabupaten (Sekkab) Ir. Sutono, MM (paling kanan) hadiri rapat Paripurna DPRD Lampung Selatan, dalam rangka Pengesahan Ranperda menjadi Perda. (sangga/aka)
Befo, Kalianda - DPRD Lampung Selatan menyelesaikan pembahasan enam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang sebelumnya diusulkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Selatan. Dalam rapat paripurna tersebut dipimpin oleh, Wakil Ketua I Fahrurrozi, dan dihadiri oleh Bupati Lampung Selatan, H. Rycko Menoza SZP., dan Sekertaris Kabupaten (Sekkab) Ir. Sutono, MM., serta jajaran Pejabat Pemkab Lampung Selatan. Kamis (29/01/15)

Ranperda yang disahkan menjadi Perda tersebut adalah, Pengolahan Sampah, Pengurus Keutamaan Gender, Pengawasan dan Penataan Warnet, UU Pemerintah Dasar, dan Perlindungan Anak, serta Organisasi Perangkat Kerja Daerah. (sangga/aka)

Befo, Kalianda - Pimpinan rapat Paripurna DPRD Lampung Selatan, Fahrurrozi (tengah) sedang mempin rapat didampingi Wakil Ketua I Supriyanto Hutagalung (kanan) dan Bupati Lampung Selatan H. Rycko Menoza SZP. (sangga/aka) 


Befo, Kalianda - Puluhan Aalians Nelayan Tangkap Udang Lobster, dan Rajungan Lampung Selatan menggelar aksi demonstrasi menolak peraturan Mentri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 1/ PERMEN-KP/2015, di Pemkab Lampung Selatan, Dinas Perikanan, dan DPRD Lampung selatan. Rabu (28/01/15)

Para Nelayan merasa keberatan dengan pembatasan penangkapan lobster, karena sulit untuk mendapatkan lobster sesuai dengan Permen Nomor1/PERMEN-KP/2015, mereka, para nelayan mengatakan menolak peraturan tersebut, karena dengan mengesahkan peraturan tersebut Ibu Mentri telah membunuh mata pencaharian nelayan kecil.

Selain itu Alians Nelayan Tangkap Udang Lobster, Kepiting dan Rajungan Lampung Selatan kecewa menuntut untuk Mencabut dan hapuskan peraturan mentri nomor 1/PERMEN-KP/2015, berikan solusi kongkrit tantang peraturan tersebut, dan meminta untuk kembalikan pengambilan dan penjualan lobster seperti biasa.(sangga/aka)

Befo, Kalianda - Demonstran Alians Nelayan Tangkap Udang Lobster, Kepiting dan Rajungan ber-orasi sambil membawa Lobster. (sangga/aka)


Befo, Kalianda - Puluhan Nelayan yang tergabung dari Alians Nelayan Tangkap Udang Lobster, Kepiting dan Rajungan Lampung Selatan berjalan menuju Kantor Dinas Perikanan Pemkab Lampung Selatan. (sangga/aka)

Befo, Kalianda - Salah satu demonstran Alians Nelayan Tangkap Udang Lobster, Kepiting dan Rajungan mengangkat kertas bertuliskan "Dinas Kelautan Bantuanmu Tidak Pernah Sampai". (sangga/aka)

Befo, Kalianda - Kepala Dinas Perikanan Afrudin mendandatangi surat perjanjian penolakan peraturan mentri nomor 1/PERMEN-KP/2015. (sangga/aka)



Befo, Kalianda - Sepeda motor Honda Beat warna putih milik pelaku pembegalan di Desa Negri Pandan, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, hancur dirusak serta dibakar oleh massa. Selasa (27/01/15).

Dua kendaraan Honda Beat warna Putih dan Merah dengan nomor polisi BE 3405 DC milik korban, di amankan oleh pohak kepolisian untuk dijadikan barang bukti. Hingga kini nomor polisi kendaraan milik pelaku belum diketahui, karena saat di amankan petugas, kendaraan tersebut sudah rusak berat.

Kedua pelaku tersebut bernama Imron (36) warga Munjuk Sempurna, dan Ilham (24) warga lingkungan Sinar Laut, Kelurahan Way Urang, Kecamatan Kalianda yang mencoba merampas Sepeda motor milik korban bernama Rika (16) namun naas aksi mereka gagal sebab korban berteriak meminta tolong, dan warga pun berdatangan. (sangga/aka)

 


Befo, Kalianda - Dua warga Kalianda Lampung Selatan yang diduga menjadi pelaku pembegalan dimasa warga Desa Negri Pandan hingga kritis. Kedua pelaku bernama Imron (36) warga Desa Munjuk Sempurna, Kecamatan Kalianda, dan Ilham Sobirin (24) warga lingkungan Sinar Laut, Way Urang, Kecamatan Kalianda. Selasa (27/01/15)

Kedua pelaku menjadi bulan-bulanan warga usai membegal motor jenis Honda Beat warna merah dengan Nopol BE 3405 DC pukul 15:30 wib milik Korban bernama Rika Nadia Setiani (16) warga Desa Negri Pandan, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan.

Menurut pengakuan korban, kejadian berawal saat dirinya mengambil mata air di sawah Negri Pandan dengan mengendarai sepeda motor miliknya, namun pelaku membuntuti korban dan melakukan aksinya disaat jalan sepi. Beruntung Korban berteriak meminta tolong dan warga pun berdatangan untuk mengentikan aksi pelaku.

Kapolsek Kalianda, AKP Marwan Kholid menjelaskan, akibat teriakan minta tolong korban, ratusan massa berdatangan dan kedua pelaku melarikan diri secara terpisah dengan meninggalkan kedua motor di lokasi kejadian. Karena massa banyak berdatangan kedua pelaku melarikan diri secara berlawanan arah, pelaku Ilham ditangkap di Negri Pandan, dan Imron ditangkap di Sukaratu.

Satu per satu warga berkumpul hingga mengejar pelaku secara rombongan, massa pun berhasil menangkap kedua pelaku, dan alhasil menjadi bulan-bulanan warga yang sudah emosi. Mengetahui hal tersebut, Kapolsek, AKP Marwan mengamankan pelaku disituasi tersebut, sebab keduanya mengalami kritis, sehingga dilarikan ke IGD RS Bob Bazar, Kalianda.

Akibat amukan massa, Ilham pelaku mengalami patah tulang tangan kiri, tangan kanan mengalami luka bacok, muka dan badan mengalami luka lebam. Sedangkan Imron, pelaku mengalami luka bacok di bahu, dan patah batang hidung, sedangkan motor yang dibawa kedua pelaku hangus dibakar warga.

Befo, Kalianda - Petugas Polisi sedang mendata pelaku saat dirawat di RS. Bob Bazar, Pembegalan terjadi di Negri Pandan, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan. (sangga/aka) 

Befo, Kalianda - Pelaku pembegalan, Ilham (24) sedang mendapat perawatan oleh medis RS. Bob Bazar. (sangga/aka) 

Befo, Kalianda -  Pelaku pembegalan, Imron (36) sedang mendapat perawatan oleh medis RS. Bob Bazar. (sangga/aka) 

Befo, Kalianda - Kapolsek Kalianda, AKP Marwan Kholid tengah diwawancara oleh beberapa media elektronik dan cetak. (sangga/aka) 

Befo, Kalianda - Keluarga Ilham, pelaku pembegalan datang menjenguk keadaan adiknya yang berbaring dirwat di RS. Bob Bazar Kalianda akibat di amuk massa. (sangga/aka)
Befo, Kalianda - Setelah tidak melaut beberapa pekan terakhir akibat cuaca buruk, sejumlah nelayan di dermaga Bom, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan bisa melaut kembali. sebelumnya beberapa hari yang lalu puluhan perahu milik nelayan yang digunakan untuk berlayar mencari ikan harus terpaksa diparkir akibat dilanda cuaca buruk, setelah kondisi cuaca telah membaik, kini mereka memutukan untuk melaut kembali setelah yakin angin dan ombak sudah mulai tenang.

Befo, Kalianda - Sejumlah nelayan sedang memperpaiki jaring yang digunakan untuk menangkap ikan. (sangga/aka) 

Befo, Kalianda - Sejumlah anak buah kapal tengah sibuk menyiapkan peralatan, seperti jaring yang digunakan menangkap ikan dan tali jangkar yang digunakan menyandarkan kapal. (sangga/aka) 

Befo, Kalianda - Sebuah kapal nelayan kembali dari tengah laut berjalan menuju dermaga Bom, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan. (sangga/aka)

Befo, Kalianda - Para nelayan bersiap-siap sandar menuju dermaga Bom, usai menangkap ikan dilaut. (sangga/aka)  

Befo, Kalianda - Salah satu awak kapal nelayan sedang mempersiapkan tali pengikat untuk bersandarnya kapal. (sangga/aka) 

Befo, Kalianda - Beberapa awak kapal nelayan sedang tengah sibuk mempersiapkan tali kapal untuk bersandarnya kapal. (sangga/aka)

Befo, Kalianda - Kapolres Lampung Selatan, AKBP Hengki, Sik, MH., meletakan batu pertama pembangunan rumah kantor Bhabin Kamtibmas di Desa Sidoharjo, Kecamatan Way Panji, Kabupaten Lampung Selatan, untuk pertama kali di Provinsi Lampung, atas pemberian tanah hibah oleh Kepala Desa Sidoharjo, Marjan untuk membangun Kantor Bhabin Kamtibmas Guna pelayanan keamanan serta mempermudah atau mempercepat pelayanan terhadap masyarakat dan kegiatan pencegahan terhadap masuknya peredaran narkoba di Desa. Jumat (23/01/15)

Befo, Way Panji - Kapolres Lampung Selata, AKBP Hengki beri sambutan acara Penyerahan Hibah Tanah oleh Kepalah Desa Sidoharjo kepada Kapolres Lampung Selatan untuk dibangun rumah kantor Bhabin Kamtibmas Polsek Sidomulyo. (sangga/aka)

Befo, Way Panji - Kepala Desa Sidoharjo, Marjan (kiri) berikan hibah tanah kepada Kapolres Lampung Selatan, AKBP Hengki, untuk membangun rumah kantor Bhabin Kamtibmas. (sangga/aka)

Befo, Way Panji - Kepala Desa Sidoharjo, Marjan (kiri) berikan hibah tanah kepada Kapolres Lampung Selatan, AKBP Hengki, untuk membangun rumah kantor Bhabin Kamtibmas. (sangga/aka)

Befo, Way Panji - Sebagai simbolis, Kapolres Lampung Selatan, AKBP Hengki meletakan batu pondasi pertama rumah kantor Bhabin Kamtibmas. (sangga/aka)

Befo, Way Panji - Kapolres Lampung Selatan, AKBP Hengki didampingi Kapolsek Sidomulyo, IPTU Aristianti Budi Sutrisno, Kepala Desa Sidoharjo, Marjan, dan Camat Way Panji Isro Abdi tinjau lokasi bakal dibangun rumah kantor Bhabin Kamtibmas. (sangga/aka)
Befo, Palas - Kantor Desa, Suka Mulya Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan roboh diterpa cuaca buruk padah hari senin pagi pukul 07:00 wib. beruntung tidak ada korban jiwa. Kini kondisinya rusak parah, hal ini terjadi karena struktur material sudah tidak kuat alias rapuh, sebab sejak awal dibangun pada tahun 1991 belum pernah mengalami renovasi pembangunan. Kamis (22/01/15)

Kepala Desa Suka Mulaya, Ridho Reza mengatakan, dari awal kondisi bangunan retak hingga bangunan tersebut roboh, sampai saat ini bangunan belum juga diperbaiki lantaran desa tidak ada dana. untuk saat ini, Kades bersama karyawanya menggunakan sisa ruangan yang belum roboh meski kondisi ruangan tersebut sewaktu-waktu dapat runtuh. Dirinya berharap, Pemerintah segera memberikan bantuan untuk membangun kantor desa. (sangga/aka)

Befo, Palas - Kepala Desa Suka Mulya, Ridho Reza menunjukan puing-puing dimana terjadinya awal mula retak dan roboh. (sangga/aka)

Befo, Palas - Kepala Desa Suka Mulya, Ridho Reza menunjukan puing-puing dimana terjadinya awal mula retak dan roboh. (sangga/aka)

Befo, Palas - Kantor Desa Suka Mulya, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan roboh rata. kejadian ini terjadi senin pagi pukul 07:00 wib. (sangga/aka)

Befo, Palas - Sisa puing bangunan yang belum ambruk dan retak, menurut Kades, bangunan yang hancur roboh dibagian Aula serta ruangan lainya (sangga/aka)

Befo, Palas - Kepala Desa Suka Mulya, Ridho Reza (kiri) bersama karyawan menggunakan sisa ruangan yang belum ambruk untuk bekerja melayani masyarakat setempat. (sangga/aka)
 
Befo, Kalianda - Meski harga bahan bakar minyak (BBM) telah diturunkan oleh Pemerintah, Tarif penyebrangan Pelabuhan Bakauheni, Lampung menuju Merak, Banten tidak turun. Padahal beberapa bulan lalu PT. ASDP (Angkutan Sungai, Danau dan Penyebrangan) menaikan tarif kapal karena mengikuti harga BBM yang naik. Rabu (21/01/15)

Pasca harga BBM yang telah turun, justru PT ASDP penyebrangan Pelabuhan Bakauheni enggan menurunkan tarif. Manager Oprasional, Heru Purwanto beralasan karena belum adanya intruksi atau perintah untuk menurunkan tarif dari pusat, karena harus sesuai keputusan dari pemerintah.

Untuk harga tarif penyebrangan Pelabuhan Bakauheni tipe kendaraan sesudah dan sebelum mengalami kenaikan. golongan IV pernumpang Rp. 360 Ribu, sebelumnya Rp.320 ribu, golongan IV barang Rp.320 ribu sebelumnya Rp.280 ribu, golongan V penumpang Rp.800 ribu sebelumnya Rp.710 ribu,  golongan V barang Rp.660 ribu sebelumnya Rp.580 ribu, golongan VI penumpang Rp.1.355 ribu sebelumnya Rp.1.200 ribu, golongan VI barang Rp.965 ribu sebelumnya Rp.850 ribu, golongan VII Rp.1.455 ribu sebelumnya Rp.1.300 ribu, golongan VIII Rp.2.200 ribu sebelumnya Rp.1.950 ribu, golongan XI Rp.3.595 ribu sebelumnya Rp.3.200 ribu.

Befo, Kalianda - Manager Oprasional PT ASDP pelabuhan Bakauheni, Heru Purwanto menjelaskan tidak menurunkan harga tarif penyebrangan dengan alasan belum adanya intruksi atau perintah dari pusat. (sangga/aka) 

Befo, Kalianda - Manager Oprasional PT ASDP pelabuhan Bakauheni, Heru Purwanto sedang diwawancara oleh beberapa awak media. (sangga/aka) 

Befo, Kalianda - Salah satu penumpang pejalan kaki hendak menyebrang ke Pulau Jawa sedang membeli tiket. (sangga/aka) 

Befo, Kalianda - Salah satu supir kendaraan truk yang hendak menyebrang ke Pulau Jawa sedang membeli tiket. (sangga/aka) 

Befo, Kalianda - Kasir loket PT ASDP pelabuhan Bakauheni sedang melayani supir yang hendak menyebrang ke Pulau Jawa. (sangga/aka)

Befo, Kalianda - Supir mobil pickup yang hendak menyebrang ke Pulau Jawa membeli tiket di loket golongan IV seharga Rp. 360 ribu. (sangga/aka)

Befo, Kalianda - Supir mobil pribadi yang hendak menyebrang ke Pulau Jawa membeli tiket di loket golongan IV penumpang seharga Rp. 360 ribu. (sangga/aka)

Befo, Kalianda - Polres Lampung Selatan gelar Rapat Koordinasi (Rakor) Criminal Justice Syistem (CJS) wilayah hukum Lampung Selatan, yang berlangsung di Aula Bhara Daksa Polres Lampung Selatan. Rakor tersebut dibuka oleh Kapolres AKBP Hengki, dan turut hadir Kepala Kejaksaan Negri Yuni Daru, Ketua Pengadilan Negri, Agung Purbantro, dan Ka, Lapas, Gunawan Supriadi. Selasa (01/20/1)

AKBP Hengki, selaku Kapolres Lampung Selatan, menyampaikan Rakor CJS dilaksanakan bertujan untuk menyamakan persepsi dalam rangka proses penyidikan dan pola penyelenggaraan peradilan perkara pidana secara keseluruhan dan kesatuan sehingga lembaga penegak hukum di wilayah Lampung Selatan dapat bekerjasama secara baik dan maksimal.

Befo, Kalianda - Ka, Lapas  Gunawan Supriadi (paling kanan) didampingi Kapolres Lampung Selatan, AKBP Hengki, serta Kajari, Yuni Daru dan Ketua Pengadilan, Agung Purbantoro, sedang diwawancara oleh beberapa awak media. (sangga/aka)

Befo, Kalianda - Ka, Lapas  Gunawan Supriadi (paling kanan) didampingi Kapolres Lampung Selatan, AKBP Hengki, serta Kajari, Yuni Daru dan Ketua Pengadilan, Agung Purbantoro, menyampaikan acara Rakor CJS sangat baik dilaksanakan guna meningkatkan koordinasi antara penyidik. (sangga/aka)

Befo, Kalianda - Kapolres AKBP Hengki (ketiga kanan) Kajari, Yuni Daru (tenga) Kalapas, Gunawan Supriadi (kedua kanan) Kepala Pengadilan, Agung Purbantoro, (ketiga kiri) dan Kasat Reskrim, KOMPOL Efendi, (kiri kedua). Foto bersama. (sangga/aka)


Befo, Kalianda - Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan PDIP Kabupaten Lampung Selatan, baru menerima pengembalian satu berkas formulir pendaftaran bakal calon Bupati menghadapi Pemilihan Kepala Daerah tahun 2015. Senin (10/01/15)

Dari beberapa formulir yang disediakan oleh DPC PDIP, baru satu bakal calon yang sudah mengembalikan formulir pendaftaran serta persyaratanya, yakni H. Rycko Menoza SZP., Bupati Lampung Selatan yang maju untuk meneruskan terpilih menjadi Kepala Daerah kembali.

Befo, Kalianda - H. Rycko Menoza SZP., mengembalikan berkas formulir pendaftaran bakal calon Bupati menghadapi Pemilihan Kepala Daerah tahun 2015. (sangga/aka)

Befo, Kalianda - Usai mengembalikan berkas formulir pendaftaran bakal calon Bupati menghadapi Pemilihan Kepala Daerah tahun 2015. H. Rycko menoza didampingi anggota DPC PDIP sedang diwawancara oleh beberapa awak media. (sangga/aka)

Befo, Kalianda - Usai mengembalikan berkas formulir pendaftaran bakal calon Bupati menghadapi Pemilihan Kepala Daerah tahun 2015. H. Rycko menoza didampingi anggota DPC PDIP sedang diwawancara oleh beberapa awak media. (sangga/aka)
Befo, Kalianda - Bupati Lampung Selatan, H. Rycko Menoza SZP., hadiri rapat Paripurna DPRD. Dalam rangka Penyampaian 6 (enam) Paket Ranperda Kabupaten Lampung Selatan, yakni pengolahan sampah, pengurus keutamaan gender, warnet, UU pemerntahan dasar, dan perlindungan anak. Senin (19/01/15)

Befo, Kalianda - Bupati Lampung Selatan, H. Rycko Menoza SZP., beri sambutan rapat Paripurna DPRD Kabupaten Lampung Selatan. (sangga/aka)

Befo, Kalianda - Pimpinan Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto Hutagalung, (tengah) sedang memimpin rapat didampingi Wakil Ketua II Fahrurrozi, (kanan) dan Bupati Lampung Selatan, H. Rycko Menoza SZP. (sangga/aka)

Befo, Kalianda - Bupati Lampung Selatan, H. Rycko Menoza SZP., (kiri) menerima hasil pendapat fraksi pada rapat Paripurna DPRD, dalam rangka Penyampaian 6 (enam) Paket Ranperda. (sangga/aka)