Befo, Kalianda - Bupati Lampung Selatan, H. Ryckomenoza SZP. Bersama Dandim O421 Letkol. Inf . I Ketut Mertha Gunardha dan Kapolres Lampung Selatan, AKBP Hengki, hadiri Ibadah dan Perayaan Natal Oikumene, yang berlangsung di Lapangan Tenis Indor Kalianda, Lampung Selatan. Rabu (31/12/14)

Meski sempat hujan deras mengguyur Kota Kalianda, namun Perayaan Natal yang mengusung tema, “Berjumpa Dengan Allah Dalam Keluarga” dan sub tema “ Perjumpaan umat dengan Allah memberi semangat untuk hidup saling mengasihi dan memelihara di Kabupaten Lampung Selatan” berlangsung hingga acara selesai.

Disela acara berlangsung, Bupati Lampung Selatan, H. Rycko Menoza SZP. Menyerahkan bantuan berupa dana hibah untuk persatuan Gereja-gereja Indonesia setempat, Kab. Lamsel senilai Rp. 50 Juta, Bantuan untuk rumah ibadah kepada 5 Gereja Kristen Protestan dan 5 Gereja Kristen Katolik, masing-masing senilai Rp. 5 Juta, dan bingkisan untuk lansia, sebanyak 150 bingkisan.


Befo, Kalianda - Peserta Ibadah dan Perayaan Natal Oikumene padati Lapangan Tenis Indor Kalianda, Lampung Selatan yang dihadiri oleh Bupati Lampung Selatan H. Rycko menoza SZP. Bersama Dandin 0421 Letkol. Inf . I Ketut Mertha Gunardha dan Kapolres AKBP Hengki. (sangga/aka)

Befo, Kalianda - Di sela Acara, Bupati Lampung Selatan H. Rycko menoza SZP. (tengah) berbincang-bincang dengan Dandin 0421 Letkol. Inf . I Ketut Mertha Gunardha (kiri) dan Kapolres AKBP Hengki. (kanan). (sangga/aka)

Befo, Kalianda - Sebagai tanda simbolis, Bupati Lampung Selatan H. Rycko menoza SZP. nyalakan lilin Natal Oikumene. (sangga/aka)

Befo, Kalianda - Bupati Lampung Selatan H. Rycko menoza SZP. sampaikan sambutan di acara Ibadah dan Perayaan Natal Oikumene. (sangga/aka)

Befo, Kalianda - Bupati Lampung Selatan H. Rycko menoza SZP. sampaikan sambutan di acara Ibadah dan Perayaan Natal Oikumene. (sangga/aka)

Befo, Kalianda - Bupati Lampung Selatan H. Rycko menoza SZP. serahkan bantuan berupa dana hibah untuk persatuan Gereja-gereja Indonesia setempat, Kab. Lamsel senilai Rp. 50 Juta, Bantuan untuk rumah ibadah kepada 5 Gereja Kristen Protestan dan 5 Gereja Kristen Katolik, masing-masing senilai Rp. 5 Juta, dan bingkisan untuk lansia, sebanyak 150 bingkisan. (sangga/aka)

Befo, Kalianda - Warga yang terdiri dari Organisasi Sentral Aspirasi Rakyat (SETARA) Lampung Selatan lakukan aksi unjuk rasa di depan halaman gedung DPRD Lampung Selatan, menuntut agar menindak tegas terkait Pertambangan, Penggalian, reklamasi yang tidak berizin. Selasa (30/12/14).

Dalam aksinya, Organisasi SETARA menyatakan meminta Pemerintah Daerah dan DPRD Lampung Selatan Agar menghentikan dan mengkaji ulang secara objektif dengan seksama atas adanya rencana penambangan pasir laut oleh PT. Lautan Indonesia Persada (LIP) di Kecamatan Rajabasa, Lamung Selatan.
Befo, Kalianda - Korlap Organisasi Sentral Aspirasi Rakyat (SETARA) Lampung Selatan, lakukan Orasi di depan halaman gedung DPRD, Lampung Selatan. (sangga/aka)

Befo, Kalianda - Organisasi Sentral Aspirasi Rakyat (SETARA) Lampung Selatan, lakukan Orasi di depan halaman gedung DPRD, Lampung Selatan. dengan membawa spanduk yang bertuliskan "Tolak Penambangan Pasir Laut di Ke. Rajabasa Lamsel Yang Tidak Jelas Peruntuknya"  (sangga/aka)

Befo, Kalianda - Organisasi Sentral Aspirasi Rakyat (SENTRA) Lampung Selatan, lakukan Orasi di depan halaman gedung DPRD, Lampung Selatan. dengan membawa spanduk yang bertuliskan "Hentikan dan Tindak !!!"  (sangga/aka)

Befo, Kalianda - Korlap Organisasi Sentral Aspirasi Rakyat (SENTRA) Lampung Selatan, lakukan Orasi di depan halaman gedung DPRD, Lampung Selatan. (sangga/aka)
Befo, Kalianda – Sekertaris Kabupaten (Sekkab) Lampung Selatan, Ir. Sutono, MM. Hadiri  Rapat Koordinasi Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, yang berlangsung di Aula Krakatau, Pemkab setempat. Selasa (31/12/14)

Rapat Koordinasi Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan ini dibuka oleh Bupati Lampung Selatan, H. Rycko Menoza SZP. Dan dilanjutkan dengan sambutan Sekkab Lampung Selatan, Ir. Sutono, MM. Dalam sambutnya dirinya mengungkapkan bahwa harus berusaha menyusun rencana insfrastruktur dalam kebutuhan masyatakat seperti komunikasi karena merupakan suatu unsur yang dapat meningkatkan pembangunan daerah,  jelasnya. 

Befo, Kalianda - Sekertaris Kabupaten (Sekkab) Lampung Selatan (kiri) beri sambutan saat Rapat Koordinasi  Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan. (sangga/aka)

Befo, Kalianda - Peserta Rapat Koordinasi Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dengarkan sambutan Sekkab, Ir. Sutono, MM. (sangga/aka).

Befo, Kalianda - Sekertaris Kabupaten (Sekkab) Ir. Sutono, MM. Berbincang dengan Bupati Lampung Selatan, H. Rycko Menoza SZP. (kanan ke dua). (sangga/aka)

Befo, Kalianda - Menjelang perayaan pergantian tahun baru, pedagang terompet musiman mulai menjamur di Kota Kalianda, Lampung Selatan. Mereka menjual barang dagangannya mulai sepekan terakhir di pinggiran jalan pasar Inpres Kalianda. Meski sudah berjualan sejak sepekan lalu, namun minat pembeli belum banyak. Senin (29/12/14).

Salah seorang penjual terompet, Roy mengatakan, hingga hari Minggu kemarin (28/12/14) pembeli terompet tidak begitu ramai. Padahal tahun baru tinggal tiga hari lagi. Dirinya berharap jelang tahun baru nanti agar penjualan terompet miliknya laris, habis terjual.

Harga terompet tahunan ini memang bervariasi, tergantung ukuran dan modelnya. Harga terompet paling murah Rp 5 ribu, dan paling mahal antara Rp.20 sampai Rp30 ribu. Para pedagang musiman ini menjual terompetnya dengan berbagai model, seperti kerucut, kepala naga, dll.
Befo, Kalianda - Pedagang terompet musiman mulai menjamur di Pasar Inpres, Kota Kalianda, Lampung Selatan. (sangga/aka)

Befo, Kalianda - Salah seorang penjual terompet musiman, Roy hanya bisa menunggu pembeli datang, dan berharap di malam menjelang pergantian tahun, barang daganganya habis terjual.(sangga/aka)




Befo, Kalianda - Menjelang Tahun Baru, Beberapa pedagang terompet musiman mulai membuka lapak dan menjajakan daganganya sejak sepekan terakhir ini, di Pasar Inpres Kalianda, Lampung Selatan. Senin (24/12/14).

Rino (30) salah satu pedagang terompet musiman, mengatakan jenis yang diperjualkan untuk saat ini masih sedikit, dirinya mengaku biasanya menjelang puncak tahun baru, memasuk berbagai jenis terompet dari pulau Jawa. sebab banyak jenis modelnya.
Harga rata-rata terompet ini mengalami kenaikan di banding tahun lalu, yauitu 3 ribu rupiah untuk harga jual terompet jenis kerucut biasa di tahun lalu, sedangkan sekarang 5 ribu rupiah untuk sekarang. harga yang dijual bervariasi, tergantung jenis dan besar kecilnya terompet.
menurut Rino, menjelang pergantian tahun, puluhan pedagang musiman dari luar daerah Kecamatan Kalianda pun berdatangan untuk berjualan di lokasi pasar Inpres. dirinya mengaku penghasilan omset untuk hari-hari biasa tidak kurang dari Rp. 200 ribu. sedangkan sepekan sebelum pergantian tahun biasanya sanggup meraup omset hingga Rp.2 juta rupiah per-hari.


Befo, Kalianda - Rino (30) salah satu pedagang terompet musiman, memancing pelanggan untuk membeli barang daganganya dengan cara meniupkan terompet. (sangga/aka)


Befo, Kalianda - Rino salah satu pedagang terompet musiman (kiri) berhasil menarik pelanggan untuk membeli terompet jenis kepala naga. (sangga/aka)

Befo, Kalianda - Salah satu anak kecil yang tak sengaja lewat membeli  terompet jenis kepala naga, milik Rino.(sangga/aka)

Befo, Kalianda - Salah satu anak kecil membeli  terompet jenis kepala naga, kepada Rino, dan mencoba untuk meniupnya. (sangga/aka)