Tak Mampu Sekolah, Amirul Jualan Durian

Befo, Lampung Selatan - Akibat Perceraian Orang Tua, Amirul (14th) warga Desa Palembapang, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Putus Sekolah. Amirul mengaku sudah keluar dari bangku sekolah sejak 6 tahun yang lalu, saat ia duduk kelas 4 SD. Untuk bertahan hidup, remaja yang kini tinggal dengan ibu dan neneknya ini berjualan durian di Lapangan Korpri Pemkab Lampung Selatan. Rabu (8/10/14).

Dalam sehari, Amirul mampu menjual durian dengan penghasilan 100 ribu rupiah. Dari hasil penjualan durian ini Amirul mendapat upah sebesar 20 ribu rupiah dari pemilik durian. Dihari biasa atau disaat durian tidak sedang musim, Amirul beralig pekerjaan menjadi kuli pengangkut kayu di Bakauheni.

Keadaan Amirul sunggu ironis, saat teman sebayanya sekolah, ia justru berjualan durian untuk menopang kehidupan keluarganya. Gaung pemerintah yang menggalakkan pendidikan gratis 9 tahun, seperti tidak menyentuh remaja tanggung ini. Dirinya putus sekolah gara-gara tidak ada biaya, dan pemerintah sepertinya tidak melakukan apa-apa. (Sang/Aka)


Befo, Lampung Selatan - Amirul duduk menunggu pembeli durian yang dijajakannya di trotoar jalan Kolonel Makmun Rasyid Kalianda atau di depan Lapangan Korpri Pemkab Lampung Selatan. (Fg: Sangga/ Edt: Aka)

Befo, Lampung Selatan - Amirul duduk dengan wajah murung menunggu pembeli durian yang dijajakannya di trotoar jalan Kolonel Makmun Rasyid Kalianda atau di depan Lapangan Korpri Pemkab Lampung Selatan. (Fg: Sangga/ Edt: Aka)

Befo, Lampung Selatan - Amirul duduk dengan wajah murung menunggu pembeli durian yang dijajakannya di trotoar jalan Kolonel Makmun Rasyid Kalianda atau di depan Lapangan Korpri Pemkab Lampung Selatan. Disaat teman sebayanya sekolah, dirinya justru berjualan durian karena tak mampu melanjutkan sekolah. Rabu (8/10/14). (Fg: Sangga/ Edt: Aka)

Befo, Lampung Selatan - Amirul sedang melayani ibu-ibu yang menawar duriannya. Rabu (8/10/14) (Fg: Sangga/Edt: Aka)

Befo, Lampung Selatan - Warga berusaha menawar durian yang dijajakan Amirul. Rabu (8/10/14). (Fg: Sangga/Edt: Aka)

0 komentar:

Post a Comment