Befo, Lampung Selatan - Sekdakab Lampung Selatan, Ir. Sutono. MM, (kiri) sedang menyerahkan piagam dan hadiah kepada para pemenang Adi Karya Pangan Nusantara (AKPN), diantaranya yang mendapatkan penghargaan ini adalah para petugas, penyuluh, kelompok tani, dan camat. Selasa siang (30/9/14). Mujimin adalah pemenang juara I kategori adi karya pangan nusantara, yang mendapatkan hadiah berupa 1 buah tablet smartphone dari Sekda. (Fg: Sangga/ Editor: Aka)


Befo, Lampung Selatan - Sekdakab Lampung Selatan, Ir. Sutono. MM, (kiri) sedang menyerahkan piagam dan hadiah kepada para pemenang Adi Karya Pangan Nusantara (AKPN), diantaranya yang mendapatkan penghargaan ini adalah para petugas, penyuluh, kelompok tani, dan camat. Selasa siang (30/9/14). Mujimin adalah pemenang juara I kategori adi karya pangan nusantara, yang mendapatkan hadiah berupa 1 buah tablet smartphone dari Sekda. (Fg: Sangga/ Editor: Aka)

Befo, Lampung Selatan - Tersangka Sap dipapah polisi saat menuju ruang periksa Polres Lampung Selatan, Minggu siang (28/9/14). Kedua kaki Sap ditembak oleh polisi karena melawan saat hendak ditangkap polisi. Sap merupakan satu dari tiga tersangka pembunuh Oscar, pemilik toko parfum di pertigaan rawa-rawa, Kalianda, Lampung Selatan, yang tewas digorok oleh para tersangka ditoko korban, dini hari 23 Agustus 2014 lalu. (Fg: Aka/ Editor: Aka)


Befo, Lampung Selatan - Tersangka Sap dipapah polisi saat menuju ruang periksa Polres Lampung Selatan, Minggu siang (28/9/14). Kedua kaki Sap ditembak oleh polisi karena melawan saat hendak ditangkap polisi. Sap merupakan satu dari tiga tersangka pembunuh Oscar, pemilik toko parfum di pertigaan rawa-rawa, Kalianda, Lampung Selatan, yang tewas digorok oleh para tersangka ditoko korban, dini hari 23 Agustus 2014 lalu. (Fg: Aka/ Editor: Aka)


Befo, Lampung Selatan - Tersangka Rif, dikawal polisi saat menuju ruang periksa Polres Lampung Selatan, Minggu siang (28/9/14). Rif merupakan satu dari tiga tersangka pembunuh Oscar, pemilik toko parfum di pertigaan rawa-rawa, Kalianda, Lampung Selatan, yang tewas digorok oleh para tersangka ditoko korban, dini hari 23 Agustus 2014 lalu. (Fg: Aka/ Editor: Aka)

Befo, Lampung Selatan - Kapolres Lampung Selatan, AKBP. Bayu Aji, (paling kanan) memegang golok yang digunakan para tersangka untuk membunuh Oscar, Pemilik toko parfum di pertigaan Rawa-rawa, Kalianda, Lampung Selatan, Lampung. 23 Agustus 2014 lalu. Rif (dua kanan) Sap (tiga kanan) Kom (empat kanan) dan Sah (tiga kiri), empat tersangka komplotan pembunuh Oscar, yang berhasil diringkus polisi, semalam dan hari ini. Sementara satu tersangka, Rez. yang merupakan otak pelaku pembunuhan, kini masih buron. (Fg: Aka/ Editor: Aka)


Befo, Lampung Selatan - Tersangka Sap dipapah polisi saat menuju ruang tahanan Mapolres Lampung Selatan, Minggu siang (28/9/14). Kedua kaki Sap ditembak oleh polisi karena melawan saat hendak ditangkap polisi. Sap merupakan satu dari tiga tersangka pembunuh Oscar, pemilik toko parfum di pertigaan rawa-rawa, Kalianda, Lampung Selatan, yang tewas digorok oleh para tersangka ditoko korban, dini hari 23 Agustus 2014 lalu. (Fg: Aka/ Editor: Aka)

Befo, Lampung Selatan - Seorang bocah berusaha menggoda seniman pantomim yang sedang beraksi di gerbang masuk pusat jajanan Malioboro Kalianda atau MK. Pusat Jajanan yang berisi berbagai aneka makanan dan kerajinan tangan khas Lampung Kalianda ini sengaja menyerupai nama jalan ternama di Yograkarta, untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke Lampung Selatan. MK dibuka secara resmi oleh Sekdakab Lampung Selatan, Ir. Sutono., MM. Sabtu malam (27/9/14). (Fg: Aka/ Editor: Aka)


Befo, Lampung Selatan - Seorang bocah berusaha menggoda seniman pantomim yang sedang beraksi di gerbang masuk pusat jajanan Malioboro Kalianda atau MK. Pusat Jajanan yang berisi berbagai aneka makanan dan kerajinan tangan khas Lampung Kalianda ini sengaja menyerupai nama jalan ternama di Yograkarta, untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke Lampung Selatan. MK dibuka secara resmi oleh Sekdakab Lampung Selatan, Ir. Sutono., MM. Sabtu malam (27/9/14). (Fg: Aka/ Editor: Aka)


Befo, Lampung Selatan - Seniman pantomim sedang beraksi di gerbang masuk pusat jajanan Malioboro Kalianda atau MK. Pusat Jajanan yang berisi berbagai aneka makanan dan kerajinan tangan khas Lampung Kalianda ini sengaja menyerupai nama jalan ternama di Yograkarta, untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke Lampung Selatan. MK dibuka secara resmi oleh Sekdakab Lampung Selatan, Ir. Sutono., MM. Sabtu malam (27/9/14). (Fg: Aka/ Editor: Aka)


Befo, Lampung Selatan - Seniman pantomim sedang beraksi di gerbang masuk pusat jajanan Malioboro Kalianda atau MK. Pusat Jajanan yang berisi berbagai aneka makanan dan kerajinan tangan khas Lampung Kalianda ini sengaja menyerupai nama jalan ternama di Yograkarta, untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke Lampung Selatan. MK dibuka secara resmi oleh Sekdakab Lampung Selatan, Ir. Sutono., MM. Sabtu malam (27/9/14). (Fg: Aka/ Editor: Aka)


Befo, Lampung Selatan - Seniman pantomim sedang beraksi di gerbang masuk pusat jajanan Malioboro Kalianda atau MK. Pusat Jajanan yang berisi berbagai aneka makanan dan kerajinan tangan khas Lampung Kalianda ini sengaja menyerupai nama jalan ternama di Yograkarta, untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke Lampung Selatan. MK dibuka secara resmi oleh Sekdakab Lampung Selatan, Ir. Sutono., MM. Sabtu malam (27/9/14). (Fg: Aka/ Editor: Aka)


Befo, Lampung Selatan - Pengunjung memadati pusat jajanan Malioboro Kalianda atau MK. Pusat Jajanan yang berisi berbagai aneka makanan dan kerajinan tangan khas Lampung Kalianda ini sengaja menyerupai nama jalan ternama di Yograkarta, untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke Lampung Selatan. MK dibuka secara resmi oleh Sekdakab Lampung Selatan, Ir. Sutono., MM. Sabtu malam (27/9/14). (Fg: Aka/ Editor: Aka)


Befo, Lampung Selatan - Istri Sekdakab Lampung Selatan, Ny. Sutono (tengah), sedang  manawar salah satu produk lokal yang dijual di pusat jajanan Malioboro Kalianda atau MK. Pusat Jajanan yang berisi berbagai aneka makanan dan kerajinan tangan khas Lampung Kalianda ini sengaja menyerupai nama jalan ternama di Yograkarta, untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke Lampung Selatan. MK dibuka secara resmi oleh Sekdakab Lampung Selatan, Ir. Sutono., MM. Sabtu malam (27/9/14). (Fg: Aka/ Editor: Aka)

Befo, Lampung Selatan - Sekdakab Lampung Selatan, Ir. Sutono,. MM, (kanan) sedang menawar salah satu kain sulam khas Kalianda, di pusat jajanan Malioboro Kalianda, Sabtu malam (27/9/14). Malioboro Kalianda yang berisi jajanan, kreasi seni dan budaya lokal ini diresmikan oleh Sekda, untuk menarik banyak wisatawan lokal maupun mancanegara untuk berkunjung ke Lampung Selatan. (Fg: Sangga/ Editor: Aka)


Befo, Lampung Selatan - Sekdakab Lampung Selatan, Ir. Sutono,. MM, (tengah) sedang menawar salah satu produk unggulan Kalianda yang gaungnya sudah sampai ke seluruh Indonesia, yakni Kopi WC. di pusat jajanan Malioboro Kalianda, Sabtu malam (27/9/14). Malioboro Kalianda yang berisi jajanan, kreasi seni dan budaya lokal ini diresmikan oleh Sekda, untuk menarik banyak wisatawan lokal maupun mancanegara untuk berkunjung ke Lampung Selatan. (Fg: Sangga/ Editor: Aka)


Befo, Lampung Selatan - Sekdakab Lampung Selatan, Ir. Sutono,. MM, (kedua kanan) sedang melihat salah satu stan yang mamacang produk tradisi lokal, yakni Tuping atau Topeng Kalianda. di pusat jajanan Malioboro Kalianda, Sabtu malam (27/9/14). Malioboro Kalianda yang berisi jajanan, kreasi seni dan budaya lokal ini diresmikan oleh Sekda, untuk menarik banyak wisatawan lokal maupun mancanegara untuk berkunjung ke Lampung Selatan. (Fg: Sangga/ Editor: Aka)


Befo, Lampung Selatan - Sekdakab Lampung Selatan, Ir. Sutono,. MM, (kedua kiri) sedang memperkenalkan angklung perkusi, yang ikut memeriahkan suasana di pusat jajanan Malioboro Kalianda, Sabtu malam (27/9/14). Malioboro Kalianda yang berisi jajanan, kreasi seni dan budaya lokal ini diresmikan oleh Sekda, untuk menarik banyak wisatawan lokal maupun mancanegara untuk berkunjung ke Lampung Selatan. (Fg: Sangga/ Editor: Aka)


Befo, Lampung Selatan - Sekdakab Lampung Selatan, Ir. Sutono,. MM, (tengah) sedang diwawancarai sejumlah awak media di pusat jajanan Malioboro Kalianda, Sabtu malam (27/9/14). Malioboro Kalianda yang berisi jajanan, kreasi seni dan budaya lokal ini diresmikan oleh Sekda, untuk menarik banyak wisatawan lokal maupun mancanegara untuk berkunjung ke Lampung Selatan. (Fg: Aka/ Editor: Aka)

Befo, Lampung Selatan - Sekdakab Lampung Selatan, Ir. Sutono, MM. Menerima bendera pataka dari panitia Kursus Mahir Lanjutan atau KML Golongan Penggalang. Kursus ini diikuti oleh puluhan pembina Pramuma dari berbagai gugus depan yang dilaksankan di SDN 1 Pematang Pasir, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (26/9/14)


Befo, Lampung Selatan - Sekdakab Lampung Selatan, Ir. Sutono, MM. memberi sambutan saat membuka Kursus Mahir Lanjutan atau KML Golongan Penggalang. Kursus ini diikuti oleh puluhan pembina Pramuma dari berbagai gugus depan yang dilaksankan di SDN 1 Pematang Pasir, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (26/9/14). Dalam Sambutannya Sekda meminta para pembina pramuka bisa mendidik generasi muda Indonesia agar bisa mandiri dan mampu membangun daerahnya menjadi lebih baik.

Befo, Bandar Lampung - Sejumlah rumah dan gudang material bangunan disekitar STM 2 Mei, di jalan Zainal Abidin Pagar Alam, Bandar Lampung, Kamis Malam (25/9/14) terbakar. Musibah kebakaran ini terjadi sekitar pukul 20.00 wib. Petugas berjuang berjam-jam untuk memadamkan api. Belum diketahui pasti penyebab kebakaran ini, namun diduga kebakaran akibat arus pendek listik. (ist/editor: Aka)


Befo, Bandar Lampung - Api sedang melalap salah satu rumah warga di jalan Zainal Abidin Pagar Alam, Bandar Lampung. Kebakaran yang terjadi Kamis malam, (25/9/14) sekitar pukul 20.00 ini menghanguskan dua buah rumah warga dan satu gudang toko bangunan. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini. Musibah ini diduga terjadi akibat arus pendek listrik. (Fotografer: Fandi/ Editor: Aka)


Befo, Bandar Lampung - Si jago merah sedang melalap salah satu atap rumah warga di jalan Zainal Abidin Pagar Alam, Bandar Lampung. Kebakaran yang terjadi Kamis malam, (25/9/14) sekitar pukul 20.00 ini menghanguskan dua buah rumah warga dan satu gudang toko bangunan. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini. Musibah ini diduga terjadi akibat arus pendek listrik. (Fotografer: Fandi/ Editor: Aka)


Befo, Bandar Lampung - Api sedang melalap salah satu gudang toko bangunan di jalan Zainal Abidin Pagar Alam, Bandar Lampung. Kebakaran yang terjadi Kamis malam, (25/9/14) sekitar pukul 20.00 ini menghanguskan dua buah rumah warga dan satu gudang toko bangunan. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini. Musibah ini diduga terjadi akibat arus pendek listrik. (Fotografer: Fandi/ Editor: Aka)


Befo, Bandar Lampung - Puluhan warga sedang menonton si jago merah saat sedang melalap gudang penyimpanan material bangunan di jalan Zainal Abidin Pagar Alam, Bandar Lampung. Kebakaran yang terjadi Kamis malam, (25/9/14) sekitar pukul 20.00 ini menghanguskan dua buah rumah warga dan satu gudang toko bangunan. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini. Musibah ini diduga terjadi akibat arus pendek listrik. (Fotografer: Fandi/ Editor: Aka)
Befo, Lampung Selatan - Bupati Lampung Selatan H. Rycko Menoza, SZP, SE, SH, MBA menyapa dan menyalami warga saat Silataurahmi dan Pengajian Akbar di Kecamatan Way Sulan, Kamis (25/9/2014).


Befo, Lampung Selatan - Sekdakab Lampung Selatan, Ir. Sutono., MM, (kanan) menerima daftar nama dan program kerja Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan Pedesaaan atau PSP3. Sekdakab meminta para sarjana membantu pemerintah meningkatkan pembangunan dipedesaan, terutama desa-desa terpencil. Menurut Sutono, peran sarjana sangat dibutuhkan pemerintah untuk membuat masyarakat lebih sejahtera. (Fotografer: Sangga/ Editor: Aka)


Befo, Lampung Selatan - Sekdakab Lampung Selatan, Ir. Sutono., MM, (kanan) memberikan piagam kepada perwakilan Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan Pedesaaan atau PSP3. Sekdakab meminta para sarjana membantu pemerintah meningkatkan pembangunan dipedesaan, terutama desa-desa terpencil. Menurut Sutono, peran sarjana sangat dibutuhkan pemerintah untuk membuat masyarakat lebih sejahtera. (Fotografer: Sangga/ Editor: Aka)


Befo, Lampung Selatan - Sekdakab Lampung Selatan, Ir. Sutono., MM. berfoto bersama dengan para Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan Pedesaaan atau PSP3. Sekdakab meminta para sarjana membantu pemerintah meningkatkan pembangunan dipedesaan, terutama desa-desa terpencil. Menurut Sutono, peran sarjana sangat dibutuhkan pemerintah untuk membuat masyarakat lebih sejahtera. (Fotografer: Sangga/ Editor: Aka)

Befo, Lampung Selatan - Sekdakab Lampung Selatan, Ir. Sutono., MM, (kanan) memberikan hadiah berupa piala kepada Juara 1 Lomba Badminton antar kecamatan, di Desa Bumi Asih, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Selasa malam (23/9/14). (Fotografer: Sangga/ Editor: Aka)


Befo, Lampung Selatan - Sekdakab Lampung Selatan, Ir. Sutono., MM. (paling kanan), berfoto bersama seluruh pemenang lomba badminton antar Kecamatan, di Desa Bumi Asih, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung. Selasa malam (23/9/14). (Fotografer: Sangga/ Editor: Aka)


Befo, Lampung Selatan - Sekdakab Lampung Selatan, Ir. Sutono., MM. (ketiga dari kanan), berfoto bersama seluruh panitia dan pemenang lomba badminton antar Kecamatan, di Desa Bumi Asih, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung. Selasa malam (23/9/14). (Fotografer: Sangga/ Editor: Aka)

Befo, Lampung Selatan - Sebuah Toko kelontong dilingkungan Perkantoran Pemkab Lampung Selatan, Semalam dibobol maling. Pencuri mengambil uang dalam kotal amal sebuah mesjid yang dititip ditoko ini, selain itu, pencuri juga membawa kabur beberapa dus rokok beserta isi toko lainnya. Pencuri masuk dengan cara merusak kunci pintu toko. Pencurian membuat pemilik toko merugi jutaan rupiah. (Fotografer: Sangga/ Editor: Aka)


Befo, Lampung Selatan - Pemilik toko, Asih (30 th) menujuk salah satu etalase yang dibobol maling. Sebuah Toko kelontong dilingkungan Perkantoran Pemkab Lampung Selatan, Semalam dibobol maling. Pencuri mengambil uang dalam kotal amal sebuah mesjid yang dititip ditoko ini, selain itu, pencuri juga membawa kabur beberapa dus rokok beserta isi toko lainnya. Pencuri masuk dengan cara merusak kunci pintu toko. Pencurian membuat pemilik toko merugi jutaan rupiah. (Fotografer: Sangga/ Editor: Aka)


Befo, Lampung Selatan - Pemilik toko, Asih (30 th), sedang menelpon keluarganya, memberitahu tentang pencurian yang terjadi ditokonya. Sebuah Toko kelontong dilingkungan Perkantoran Pemkab Lampung Selatan, Semalam dibobol maling. Pencuri mengambil uang dalam kotal amal sebuah mesjid yang dititip ditoko ini, selain itu, pencuri juga membawa kabur beberapa dus rokok beserta isi toko lainnya. Pencuri masuk dengan cara merusak kunci pintu toko. Pencurian membuat pemilik toko merugi jutaan rupiah. (Fotografer: Sangga/ Editor: Aka)


Befo, Lampung Selatan - Kotak amal mesjid yang dititipkan ditoko ini ikut dibobol maling, semua uang dalam kotak amal ini raib. Penjuri hanya meninggalkan logam Rp. 100,- didalam kotak amal. Sebuah Toko kelontong dilingkungan Perkantoran Pemkab Lampung Selatan, Semalam dibobol maling. Pencuri mengambil uang dalam kotal amal sebuah mesjid yang dititip ditoko ini, selain itu, pencuri juga membawa kabur beberapa dus rokok beserta isi toko lainnya. Pencuri masuk dengan cara merusak kunci pintu toko. Pencurian membuat pemilik toko merugi jutaan rupiah. (Fotografer: Sangga/ Editor: Aka)


Befo, Lampung Selatan - Kunci pintu depan toko yang dirusak pencuri. Sebuah Toko kelontong dilingkungan Perkantoran Pemkab Lampung Selatan, Semalam dibobol maling. Pencuri mengambil uang dalam kotal amal sebuah mesjid yang dititip ditoko ini, selain itu, pencuri juga membawa kabur beberapa dus rokok beserta isi toko lainnya. Pencuri masuk dengan cara merusak kunci pintu toko. Pencurian membuat pemilik toko merugi jutaan rupiah. (Fotografer: Sangga/ Editor: Aka)

Befo, Lampung Selatan - Dua orang perawat rumah sakit daerah Bob Bazar Kalianda, sedang memberi susu formula kepada bayi merah, yang ditemukan diteras rumah salah seorang warga desa Rajabasa, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Rabu pagi. (24/9/14). Saat ditemukan oleh pemilik rumah, bayi hanya dibungkus dengan kain sarung, dalam kondisi membiru karena kedinginan. Hingga saat ini, belum diketahui pasti siapa yang membuang bayi malang ini. (Fotografer: Sangga/ Editor: Aka)


Befo, Lampung Selatan - Bayi merah, yang ditemukan diteras rumah salah seorang warga desa Rajabasa, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Rabu pagi. (24/9/14), sedang menyusui, di rumah sakit umum Bob Bazar, Kalianda. Saat ditemukan oleh pemilik rumah, bayi hanya dibungkus dengan kain sarung, dalam kondisi membiru karena kedinginan. Hingga saat ini, belum diketahui pasti siapa yang membuang bayi malang ini. (Fotografer: Sangga/ Editor: Aka)


Befo, Lampung Selatan - Bayi merah, yang ditemukan diteras rumah salah seorang warga desa Rajabasa, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Rabu pagi. (24/9/14), tertidur usai menyusui, di rumah sakit umum Bob Bazar, Kalianda. Saat ditemukan oleh pemilik rumah, bayi hanya dibungkus dengan kain sarung, dalam kondisi membiru karena kedinginan. Hingga saat ini, belum diketahui pasti siapa yang membuang bayi malang ini. (Fotografer: Sangga/ Editor: Aka)


Befo, Lampung Selatan - Salah seorang warga dan polisi menunjukkan lokasi ditemukannya sang bayi. Saat ditemukan oleh pemilik rumah, Sarno, Rabu pagi (24/9/14), bayi hanya dibungkus dengan kain sarung, dalam kondisi membiru karena kedinginan. Hingga saat ini, belum diketahui pasti siapa yang membuang bayi malang ini. (Fotografer: Sangga/ Editor: Aka)


Befo, Lampung Selatan - Didepan pintu rumah warga inilah, sang bayi orok yang tali pusarnya belum diputus, ditemukan oleh pemilik rumah, Sarno, Rabu pagi (24/9/14). Saat ditemukan, bayi hanya dibungkus dengan kain sarung, dalam kondisi membiru karena kedinginan. Hingga saat ini, belum diketahui pasti siapa yang membuang bayi malang ini. (Fotografer: Sangga/ Editor: Aka)

Befo, Lampung Selatan - Sekdakab Lampung Selatan, Ir. Sutono., MM, (tengah) sedang memimpin rapat evaluasi dan pemantapan program generasi muda kepramukaan Kwartir Cabang Lampung Selatan, Lampung, di aula Rajabasa, Selasa siang (23/9/14). Sekda meminta generasi muda terutama yang tergabung dalam Pramuka untuk meningkatkan peran serta dalam pembangunan di kabupaten Lampung Selatan.


Befo, Lampung Selatan - Salah satu tokoh Pramuka Lampung Selatan sedang menjelaskan peran serta Pramuka dihadapan peserta rapat, di aula Rajabasa, Selasa siang (23/9/14). Sekdakab Ir. Sutono., MM (tengah) selaku Majelis Pembimbing Cabang Pramuka Lampung Selatan, meminta generasi muda terutama yang tergabung dalam Pramuka untuk meningkatkan peran serta dalam pembangunan di kabupaten Lampung Selatan. (Fotografer: Sangga/ Editor: Aka)


Befo, Lampung Selatan - Peserta Rapat sedang menyanyikan Mars Pramuka dalam rapat evaluasi dan pemantapan program generasi muda Kepramukaan, Kwartir Cabang Lampung Selatan, di Aula Rajabasa, Selasa siang (23/9/14). Sekdakab Ir. Sutono., MM (tengah) selaku Majelis Pembimbing Cabang Pramuka Lampung Selatan, meminta generasi muda terutama yang tergabung dalam Pramuka untuk meningkatkan peran serta dalam pembangunan di kabupaten Lampung Selatan. (Fotografer: Sangga/ Editor: Aka)

Befo, Lampung Selatan - Shepty Rahayu (10 bln), menangis digendongan ibunya. Sejak dua bulan lalu Balita putri dari pasangan Indayani dan Wagiman, warga Desa Bumi Daya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, Lampung ini menderita penyakit kulit, dengan bercak merah dan bernanah disekujur tubuh, kaki dan tangannya. Karena ketiadaan biaya, Shepty hanya dirawat seadanya dirumah. Neneknya kadang memberi obat tradisional dari tumbuh-tumbuhan, namun belum menujukkan tanda-tanda kesembuhan. Orang tua Shepty hanyalah pekerja serabutan, yang penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari. (Fotografer: Sangga/ Editor: Aka)



Befo, Lampung Selatan - Shepty Rahayu (10 bln), menangis digendongan ibunya. Sejak dua bulan lalu Balita putri dari pasangan Indayani dan Wagiman, warga Desa Bumi Daya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, Lampung ini menderita penyakit kulit, dengan bercak merah dan bernanah disekujur tubuh, kaki dan tangannya. Karena ketiadaan biaya, Shepty hanya dirawat seadanya dirumah. Neneknya kadang memberi obat tradisional dari tumbuh-tumbuhan, namun belum menujukkan tanda-tanda kesembuhan. Orang tua Shepty hanyalah pekerja serabutan, yang penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari. (Fotografer: Sangga/ Editor: Aka)



Befo, Lampung Selatan - Bercak merah di tangan dan kaki Shepty Rahayu (10 bln). Sejak dua bulan lalu Balita putri dari pasangan Indayani dan Wagiman, warga Desa Bumi Daya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, Lampung ini menderita penyakit kulit, dengan bercak merah yang bernanah disekujur tubuh, kaki dan tangannya. Karena ketiadaan biaya, Shepty hanya dirawat seadanya dirumah. Neneknya kadang memberi obat tradisional dari tumbuh-tumbuhan, namun belum menujukkan tanda-tanda kesembuhan. Orang tua Shepty hanyalah pekerja serabutan, yang penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari. (Fotografer: Sangga/ Editor: Aka)



Befo, Lampung Selatan - Bercak dan bentol-bentol merah di tangan Shepty Rahayu (10 bln). Sejak dua bulan lalu Balita putri dari pasangan Indayani dan Wagiman, warga Desa Bumi Daya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, Lampung ini menderita penyakit kulit, dengan bercak merah yang bernanah disekujur tubuh, kaki dan tangannya. Karena ketiadaan biaya, Shepty hanya dirawat seadanya dirumah. Neneknya kadang memberi obat tradisional dari tumbuh-tumbuhan, namun belum menujukkan tanda-tanda kesembuhan. Orang tua Shepty hanyalah pekerja serabutan, yang penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari. (Fotografer: Sangga/ Editor: Aka)


Befo, Lampung Selatan - Bercak dan bentol-bentol merah di kaki Shepty Rahayu (10 bln). Sejak dua bulan lalu Balita putri dari pasangan Indayani dan Wagiman, warga Desa Bumi Daya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, Lampung ini menderita penyakit kulit, dengan bercak merah yang bernanah disekujur tubuh, kaki dan tangannya. Karena ketiadaan biaya, Shepty hanya dirawat seadanya dirumah. Neneknya kadang memberi obat tradisional dari tumbuh-tumbuhan, namun belum menujukkan tanda-tanda kesembuhan. Orang tua Shepty hanyalah pekerja serabutan, yang penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari. (Fotografer: Sangga/ Editor: Aka)


Befo, Lampung Selatan - Ibu dan Nenek (kiri dan kanan) Shepty Rahayu (10 bln) duduk diteras rumah geribik mereka. Keluarga ini menanti uluran tangan para dermawan untuk biaya pengobatan Shepty. Sejak dua bulan lalu Balita putri dari pasangan Indayani dan Wagiman, warga Desa Bumi Daya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, Lampung ini menderita penyakit kulit, dengan bercak merah yang bernanah disekujur tubuh, kaki dan tangannya. Karena ketiadaan biaya, Shepty hanya dirawat seadanya dirumah. Neneknya kadang memberi obat tradisional dari tumbuh-tumbuhan, namun belum menujukkan tanda-tanda kesembuhan. Orang tua Shepty hanyalah pekerja serabutan, yang penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari. (Fotografer: Sangga/ Editor: Aka)